“seniman jalanan”
Jalanan brangkas kenyataan
Bagi para tunas bangsa yang disia-siakan
Kemewahan itu palsu
Yang asli hanya irama musik keroncongmu
Kenyataan tak selalu jadi impian
Dan impian tak selalu jadi kenyataan
Ketegaran akan terus menuntun
Menyusuri jalan panas bagai gurun
Di bawah pohon rimbun disandarkannya alat musik
Dengan suguhan pemandangan yang cantik
Tapi kecantikannya semu
Keberadaannya pun juga palsu
Yang nyata hanya teriakan impian
Ditemani pajangan sebuah lukisan
Menggambarkan bisingnya celoteh pengembara
Juga sombongnya perhiasan dunia
Kala sang surya terbenam
Harapanmu masih tetap tertanam
Disirami kenyataan dan pupuk kehampaan
Untuk terus hidup meraih impian
Di bawah sinar mentari yang terang
Terus berfotosintetis dan tak mudah tumbang
Menuntun kenyataan menuju impian
Mengarungi karir sebagai seniman jalanan

Comments
Post a Comment